Senin, 24 November 2025

Tinabogan – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 di Kecamatan Dondo berlangsung khidmat dan meriah, Selasa (25/11/2025). Acara yang dipusatkan di Tinabogan ini menjadi momentum refleksi bagi para tenaga pendidik di wilayah tersebut.


Ketua Panitia Pelaksana, Moh. Aidin, melaporkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Tercatat, tidak kurang dari 300 peserta memadati lokasi acara. Jumlah ini belum termasuk tamu undangan dari unsur Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) Dondo serta mahasiswa KKN STKIP Abmul Dampal Selatan yang turut hadir memberikan dukungan.



"Kegiatan hari ini adalah acara puncak. Sebelumnya, rangkaian kegiatan telah kami awali dengan Jalan Sehat dan Bakti Sosial yang dilaksanakan pada tanggal 23 November lalu," ujar Aidin.


Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kecamatan Dondo, Al Zikir, mengajak seluruh guru di Kecamatan Dondo menjadikan momentum ini untuk melakukan refleksi mendalam terhadap kinerja di satuan pendidikan masing-masing. Hal ini sejalan dengan tema HGN Tahun 2025, yakni "Guru Hebat, Indonesia Kuat".


"Sudahkah kita meningkatkan kompetensi diri untuk mewujudkan Guru Bermutu Indonesia Maju bersama PGRI wujudkan Indonesia Emas sesuai dengan tema HUT ke-80 PGRI ini?" tanya Al Zikir di hadapan para peserta.


Lebih lanjut, Al Zikir menekankan pentingnya sinergi dan kekompakan internal organisasi. Ia berharap seluruh pengurus dan anggota terus solid dalam menyukseskan setiap agenda PGRI Kecamatan Dondo ke depannya.


Apresiasi dan Hiburan Seni

Suasana peringatan semakin semarak dengan adanya panggung hiburan yang menampilkan kreativitas siswa. Penampilan tersebut meliputi tarian dari SDN 1 Tinabogan, tari kreasi Mandar dari SDN Malullu, tarian TK Bhayangkari 08 Dondo, serta pembacaan puisi oleh siswa SDN 1 Tinabogan.



Pada kesempatan yang sama, PGRI Kecamatan Dondo juga memberikan penghargaan kepada tiga sosok inspiratif di bidang pendidikan, yaitu:

Asmaul Husna (PAUD Mawaddah Warahmah) sebagai Guru Dedikatif jenjang PAUD.

Anshar, S.Pd. (SDN 1 Tinabogan) sebagai Guru Dedikatif jenjang SD.

Andi Ahmad, S.Pd. (SDN 2 Tinabogan) sebagai Kepala Sekolah Transformatif jenjang SD.


Terobosan Digital PGRI Dondo

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, rangkaian HUT ke-80 ini diwarnai dengan inovasi menarik berupa Lomba Dokumentasi Momen HUT PGRI. Lomba ini menyasar seluruh peserta yang hadir, sehingga terlihat banyak bapak dan ibu guru yang antusias mengambil konten video dan foto selama acara berlangsung.




Salah satu pengurus PGRI Kecamatan Dondo yang juga pegiat media sosial, Rahmat, menjelaskan bahwa lomba ini bertujuan untuk menggandeng guru agar lebih aktif di ruang digital.


"Lomba ini dilaksanakan untuk mengajak guru mempublikasikan kegiatan positif yang dilaksanakan oleh PGRI. Ini adalah upaya menunjukkan jati diri PGRI Dondo kepada khalayak luas, bahwa organisasi ini benar-benar hadir, baik secara nyata di masyarakat maupun di dunia maya," jelas Rahmat.


Ia menambahkan, bersosial media bagi anggota PGRI bukan sekedar menyalurkan potensi digital. "Ini juga sebagai bahan pembuktian dan rekam jejak, jika suatu saat nanti dimintai pertanggungjawaban publik atas kinerjanya di PGRI." pungkasnya.


Minggu, 23 November 2025

Dalam rangka menyambut HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025, PGRI Kecamatan Dondo menggelar rangkaian kegiatan meriah yang sarat makna. Kegiatan ini menjadi momentum perdana bagi kepengurusan baru periode 2025-2030 yang baru saja dilantik beberapa bulan lalu.

Rangkaian acara diawali dengan kegiatan jalan sehat di pagi hari yang dipusatkan di Desa Tinabogan. Acara yang dimulai pukul 07.00 WITA ini berlangsung semarak dengan dihadiri oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di wilayah Kecamatan Dondo. Tak kurang dari 500 peserta memadati lokasi hingga acara selesai sekitar pukul 09.00 WITA. Kemeriahan semakin terasa dengan adanya pembagian doorprize bagi para peserta yang beruntung.


Selepas jalan sehat, kegiatan berlanjut dengan aksi sosial yang menyentuh hati. Pada pukul 11.00 WITA, rombongan PGRI bergerak menuju Desa Anggasan untuk melaksanakan bakti sosial. Tahun ini, berdasarkan koordinasi dengan pemerintah desa setempat, PGRI Kecamatan Dondo menyalurkan paket sembako kepada kurang lebih 70 kepala keluarga yang membutuhkan.


Ketua PGRI Kecamatan Dondo, Al Zikir, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mempererat sinergi dan kebersamaan antar-pengurus serta anggota, sekaligus menunjukkan kepedulian nyata terhadap sesama.


"Apa yang kami berikan hari ini mungkin tidaklah seberapa. Namun, jangan dilihat berapa jumlahnya, tapi mari kita saling membantu dan mendoakan agar kegiatan positif semacam ini bisa terus berlanjut di masa mendatang," ujar Al Zikir dalam sambutannya di Gedung Serbaguna Desa Anggasan.


Hal senada disampaikan oleh Korwil Disdikbud Kecamatan Dondo, Wisno Mahiya. Ia mengapresiasi langkah PGRI yang menjadikan kegiatan sosial sebagai rutinitas.


"Kami berencana dengan tekad kuat untuk menyentuh semua masyarakat yang membutuhkan di wilayah pedalaman Kecamatan Dondo," tegas Wisno. Ia juga menambahkan permohonan agar seluruh pihak, khususnya para GTK, terus turut andil dalam kegiatan positif seperti ini.


Wira Shinau, salah satu pengurus PGRI Kabupaten Tolitoli yang turut hadir, juga memberikan apresiasi. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat mendukung program pemerintah, khususnya terkait ketahanan pangan.


Ke depannya, Korwil Disdikbud Kecamatan Dondo berharap kegiatan sosial ini tidak hanya dilaksanakan saat peringatan Hari Guru saja, tetapi juga pada momen penting lainnya seperti Hari Pendidikan Nasional dan hari-hari besar lainnya.




Selasa, 20 Mei 2025



πŸ“šTahun Ajaran atau Tahun Pelajaran? Yuk, Tulis yang Benar!

Halo sobat sekolah! πŸ‘‹

Setelah liburan semester genap usai, saatnya kita kembali ke bangku sekolah dan menyambut tahun ajaran baru. Tapi, pernah nggak sih kamu bingung dengan istilah tahun ajaran dan tahun pelajaran? Soalnya, nggak sedikit loh informasi dari sekolah yang menuliskannya beda-beda. Jadi, mana yang benar?

πŸ“– Tahun Ajaran vs. Tahun Pelajaran

Kalau kita buka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata ajaran adalah segala sesuatu yang diajarkan. Sedangkan pelajaran adalah yang dipelajari atau diajarkan, contohnya: pelajaran matematika, fisika, dan lainnya.

Nah, dalam KBBI juga ada istilah tahun ajaran yang berarti masa belajar dalam tahun tertentu. Jadi, yang benar untuk menyebut masa belajar satu tahun di sekolah adalah tahun ajaran, bukan tahun pelajaran.

✔️ Contoh penulisan yang benar:
Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2025/2026

✍️ Bagaimana Cara Menulis Tahunnya?

Nah, ini juga penting! Banyak yang masih keliru menulis tahun ajaran pakai tanda minus, misalnya 2025-2026. Padahal, yang benar adalah menggunakan garis miring (/) seperti ini:
➡️ 2025/2026

Kenapa? Karena garis miring dipakai untuk menunjukkan dua tahun kalender dalam satu tahun ajaran. Sementara tanda minus biasanya digunakan untuk hal lain, seperti skor pertandingan (contoh: 3–1).

Hal ini juga ditegaskan oleh pakar bahasa Indonesia, Ivan Lanin (2019), bahwa penulisan tahun ajaran yang tepat adalah 2025/2026, bukan 2025-2026.

πŸ“† Kenapa Tahun Ajarannya Harus Dua Tahun?

Karena di Indonesia, tahun ajaran dimulai pada bulan Juli dan berakhir pada Juni tahun berikutnya. Dalam satu tahun ajaran, ada dua semester

Semester Ganjil (Juli–Desember)

Semester Genap (Januari–Juni)

Jadi kalau sekolah dimulai bulan Juli 2025 dan selesai Juni 2026, maka tahun ajarannya ditulis sebagai 2025/2026. Gampang, kan?

πŸŽ‰ Selamat Datang di Tahun Ajaran Baru!

Apapun kelas atau jenjang kamu sekarang, semoga tahun ajaran baru ini jadi momen yang menyenangkan, penuh semangat, dan banyak hal baru yang bisa dipelajari. Yuk, mulai tahun ajaran 2025/2026 ini dengan semangat baru dan penulisan yang benar juga, ya!

Salam Literasi!


Kamis, 01 Mei 2025

Kita hidup di era masyarakat baru, masyarakat Digital. Hampir segala hal ditopang oleh internet. Dunia menjadi sangat dekat; cukup dengan satu sentuhan layar, kita terhubung dengan siapa pun, dimana pun. Namun, menjadi seperti dua sisi mata uang, ruang digital ini memungkinkan kita untuk melakukan hal baik sekaligus membuka peluang untuk hal-hal buruk.


Dalam konteks pendidikan, perubahan ini sangat terasa. Di ruang-ruang kelas hari ini, peserta didik kerap menyerap pengetahuan lebih banyak dari internet dibanding dari guru mereka sendiri. Coba saja kita lihat kenyataannya, ketika guru memberikan tugas atau tantangan, peserta didik cenderung langsung mencari solusi melalui mesin pencari. Dan itu bukanlah hal yang salah ataupun dilarang, bahkan seharusnya dimanfaatkan dengan bijak. Sehingga guru juga harus lebih bijak lagi memanfaatkan internet dalam beraktivitas di dunia maya. Jadilah seperti kata Ki Hajar Dewantara; Ing Ngarsa Sung Tulodo. Agar peserta didik menjadikan kita panutan terbaik saat mereka nantinya beraktivitas di tengah masyarakat digital.


Masalah utama kita saat ini bukanlah soal mengganti kurikulum atau menggulirkan kembali wacana Ujian Nasional. Sebab, kenyataannya kompetensi antara peserta didik di kota besar tidak bisa dipukul rata dengan mereka yang tinggal di daerah pedesaan, apalagi pelosok. Biarkanlah peserta didik bertumbuh bersama kearifan lokalnya, memelihara budaya sekitar tanpa mengabaikan kecakapan digital yang mereka perlukan.


Pembelajaran yang paling relevan saat ini adalah pembelajaran berbasis pendampingan teknologi. Guru perlu fokus pada penguatan literasi digital dasar, agar peserta didik mampu menjelajahi internet secara cerdas dan aman, sembari tetap membimbing mereka memahami materi yang telah tersusun dalam kurikulum. Dengan cara ini, pendidikan tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membekali mereka untuk hidup selaras dengan tantangan zaman. 


Hal-hal di atas tidaklah cukup untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Upaya tersebut harus ditopang secara penuh oleh keluarga di rumah, karena bagaimanapun juga pendidikan dalam lingkungan keluarga adalah fondasi utama. Islam pun menempatkan pendidikan keluarga sebagai pilar pertama dan paling penting dalam membentuk karakter serta nilai-nilai kehidupan seorang anak, bahkan sebelum ia mengenal sekolah formal.


Seluruh usaha di atas, tidak lain dan tidak bukan bertujuan untuk mewujudkan partisipasi semesta dalam menciptakan pendidikan yang bermutu untuk semua.


Dengan cara ini, pendidikan kita tidak hanya mencetak individu yang pintar tetapi juga cerdas secara sosial dan bijak secara digital. Inilah langkah konkret untuk menciptakan generasi yang adaptif, berakar pada budaya lokal, dan siap menghadapi tantangan global.


Selamat Hari Pendidikan Nasional tahun 2025





Selasa, 29 April 2025


Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI telah merilis materi logo sebagai indentitas peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025. Kami merangkum link download logo Hardikas 2025 yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat Indonesia.

Materi logo ini tersedia dalam format PNG. Sehingga masyarakat dapat memilih sesuai kebutuhan, baik untuk keperluan desain, spanduk, hingga postingan medsos.

Selain itu, Kemendikdasmen juga menyediakan 3 versi desain logo yang memiliki perbedaan pada tata letak tulisan dan ukuran font. Selain itu, juga tersedia dalam dua pilihan warna tulisan (putih dan hitam).

Di artikel kli ini, RH CORNER menyediakan link download logo Hardiknas 2025 dalam format PNG transparan berkualitas tinggi. Untuk menggunakannya, anda cukup mengunduhnya.

Yuk cek linknya di bawah ini!

Filosofi Logo Hari Pendidikan Nasional 2025
Materi logo Hari Pendidikan Nasional 2025 yang diterbitkan Kemendikdasmen RI, logo Hardiknas 2025 menampilkan tiga sosok manusia berwarna merah, biru, dan abu-abu yang menjulang ke atas dengan gerakan dinamis dan penuh semangat. Ketiga sosok tersebut melambangkan keberagaman, kolaborasi, dan semangat kebersamaan dalam dunia pendidikan Indonesia.

Warna-warna yang digunakan menggambarkan semangat, kreativitas, energi positif, serta inklusivitas dalam proses pendidikan.

Sosok yang berada di tengah, berwarna biru dan mengarah paling tinggi, mengarah langsung ke sebuah bintang berwarna emas di atasnya. Bintang ini melambangkan cita-cita, harapan, dan tujuan mulia pendidikan yakni membentuk generasi unggul yang mampu meraih masa depan gemilang.

Tiga sosok yang bersatu juga mencerminkan keterlibatan tiga pilar pendidikan yakni peserta didik, pendidik, dan masyarakat.

Kemudian tulisan "HARDIKNAS 2025" dalam font tebal berwarna hitam memberi kesan kuat dan tegas, mencerminkan komitmen dan fokus bangsa dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Logo ini menyiratkan pesan bahwa pendidikan adalah upaya kolektif, inklusif, dan penuh semangat untuk mencapai bintang - simbol tertinggi dari ilmu pengetahuan, karakter, dan kemajuan bangsa.

Demikian kami sediakan tulisan dan link logo Hardiknas 2025. Gunakan dengan tepat, rayakan Hardiknas dengan semangat, dan tunjukkan komitmen kita pada pendidikan Indonesia. Selamat memperingati Hardiknas 2025!

_rh


Subscribe Us

Artikel Populer

Total Tayangan Halaman